MediandaTerkini – Sahabat medianda
terkini semua amal perbuatan yang dilakukan didunia tentu kelak akan medapat
balasan masing-masing sesuai amal perbuatannya. Sudah menjadi pemandangan umum
jika keadaan mulut dan mata seseorang yang meninggal dunia akan tertutup rapat.
Wajah seseorang yang sudah meninggal juga ada yang berubah dari wajah yang
biasanya terlihat saat masih hidup.
Terkadang orang terdekat dari
seseorang yang sudah meninggal pun tidak bisa melupakan wajah terakhir orang
yang meninggal tersebut karena itu merupakan kenangan terakhir baginya.
Begitu pulalah yang terjadi
dengan para sahabat dari perempuan ini. Mereka terlihat mengelilingi wanita
cantik yang meninggal di usia 42 tahun itu karena kanker lidah. Penyakitnya itu
sudah sebegitu parah hingga menyebar ke paru-paru.
Alhasil, wanita ini pun
meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Santa Fe, Argentina. Namun yang jadi
perhatian adalah wajah terakhir wanita bernama Cecilia Maria ini di saat-saat
terakhir.
Tidak menutup rapat mulutnya,
ia justru melebarkan senyum dan menunjukkan geliginya pada dunia!Hal ini tentu
bukan hal yang lazim terjadi pada seseorang yang sakit parah lalu meninggal. Padahal,
penyakitnya itu sudah ia rasakan selama 6 bulan dan ia harus menjalani
serangkaian pengobatan di rumah sakit.
Wajahnya yang tersenyum saat
menghembuskan napas terakhir tersebut langsung jadi viral di berbagai tempat,
tak terkecuali di dunia maya. Selama masa hidupnya, Cecilia dikenal sebagai
suster di Biara Karmelit, Santa Fe, Argentina.
Sejak tahun 2003, ia
mengabdikan dirinya di biara tersebut sebagai suster yang dikenal ramah, baik
hati, dan murah senyum pada siapa pun. Bahkan saat ia mengalami sakit yang
parah, ia tidak pernah terdengar mengeluh sakit sekali pun, begitu juga saat
kondisi tubuhnya sudah semakin memburuk.
Cecilia justru menyambut
kematiannya dengan sukacita, "Aku sedang membayangkan jika aku mati,
bagaimanakah suasana pemakamanku nanti. Mungkin yang pertama dilakukan oleh
banyak orang adalah mengadakan doa khusyuk, kemudian perayaan bersama sambil
menyanyikan lagu pujian.
Jikalau Tuhan sudah
menjemputku, tetaplah berdoa, jangan terus menangisi kepergianku. Karena suatu
hari nanti kita akan berkumpul bersama di kerajaan Tuhan." Begitulah
kata-katanya beberapa saat sebelum ia menghembuskan napas terakhir.
Dan saat menghembuskan nafas
terakhirnya, ia tersenyum penuh kemenangan karena berhasil menaklukkan maut
yang ditakuti oleh seluruh makhluk hidup bernyawa.
Tribunnews
